arlina

Guest Book

very_red_rose_2-t2

Silakan Anda klik kotak comment di bawah ini dan hadiahkan lah kepada saya sepatah-dua patah kata…  bahkan kritik, komentar, atau apa pun yang ingin Anda tuliskan mengenai blog ini…

  1. lam kenal..blogwalking kie

  2. thanks, Master… Salam kenal juga…

  3. blogwalking … ya sama selera ya … salam kenal …kok nggak ada info diri?

  4. Makasih ya, udah berkunjung… Info diri memang akan disusulkan, mudah2an dua tiga hari ini sudah dapat Anda lihat… Salam kenal juga…

  5. ganti baju lagi nih…
    makin keren aja…

  6. Salam Kenal, MAkasih Udah berkunjung Ke Blog Saya🙂

  7. Blognya bagus, spesifik terhadap hukum humaniter dan implikasinya. Salam kenal dan tetap terus berkarya yaa. Saya tunggu tulisan-tulisan terbarunya🙂

    Terima kasih. ditunggu pula komentar dan kritiknya…🙂

  8. Salam Kenal, Makasih Udah berkunjung Ke Blog Saya. Blognya bagus …….

  9. hallo mba arlina… akhirnya ketemu juga di sini..
    bagus mba blognya….
    saya malah belum bisa pake WP, hiks….

  10. Salam kenal ya mbak Arlina
    Salam kenal juga…

  11. Menarik sekali blog ini…penuh dg pengetahuan.

  12. Arlina..pa khabar? blognya tambah keren🙂
    btw..aku srkng lagi mewacanakan how to form the International Criminal Tribunal for Israel’s Aggression in Palestine..
    Could u gv me ur opinion about that?

    Keinginan utk mengadili Israel, mungkin adalah keinginan sebagian besar negara-negara (terutama yang jelas2 memprotes aksi militer Israel di Palestina). Masalahnya, MUNGKIN kah? Saya coba lihat dari beberapa hal:

    1. Statuta Roma tidak diratifikasi Israel. jadi secara yuridis, aturan itu tidak mengikat Israel dan sudah barang tentu yurisdiksi ICC tidak berlaku utk Israel.

    2. Apa ada cara lainnya? Masih ada, yakni dengan “referral” dari DK-PBB atas kasus tsb kepada Prosecutor ICC. Masalahnya, apakah mungkin Amerika Serikat tidak memveto? Penulis sudah menjawab sendiri : pasti AS memveto.. so, tidak akan ada “referral” itu.

    3. Desakan agar AS tidak memveto? Ngga mungkin deh pak kayaknya… soalnya AS itu pada hakekatnya sudah lama “dikuasai Yahudi” (dr bidang ekonomi, politik dan masuh banyak lagi), banyak lobi2 pro Israel di AS yang terlalu kuat bahkan utk seorang presiden AS yang internasionalis sekalipun. Jadi AS lebih takut sama Yahudi daripada sama masyarakat internasional, betapapun kuatnya desakan itu. Makanya AS selalu melakukan standar ganda.

    (Saya jadi ingat, hanya AS dan Israel lah yang mampu melakukan preseden buruk berkenaan dengan statuta roma; yakni mereka menarik kembali penandatanganan mereka (unsigned)!, hal yang baru terjadi di abad 20 ini dalam lingkup hubungan internasional. Menurut Pasal 18 Konvensi Wina 1969, ini berarti mereka tidak memiliki niat sama sekali untuk tidak melakukan hal2 yang bertentangan dengan statuta tersebut dan pada hakekatnya mereka juga tidak menyetujuinya. Maka wajarlah kalau AS membuat serangkaian perjanjian2 bilateral dengan negara2 peratifikasi Statuta Roma utk menihilkan kemungkinan anggota militer mereka diadili di Mahkamah tersebut. Suatu tindakan dramatis utk menggerogoti Statuta Roma!).

    4. Hak veto dihapus? Kelihatannya juga tidak mungkin. Sudah banyak usulan utk merubah Piagam PBB (yang tidak mencerminkan keadaan dunia saat ini), terutama mengenai DK. Namun itu hanya berpengaruh terhadap penambahan jumlah anggota tidak tetap DK dan ini juga tidak berpengaruh signifikan karena tidak dapat mempengaruhi hak veto dari permanent member. Lagi pula, suatu akte konstitutif organisasi internasional spt PBB memang sifatnya itu abadi; dan susah sekali utk diubah… jadi, spt yang bapak tulis.. ini juga tidak akan berhasil.

    5. Negara2 Arab bersatu? bisa, tapi susah.. mungkin mereka tahu kalau mereka bersatu melawan Israel, nanti spt ‘chicken war’.. yang diganggu anaknya; yang dateng induknya.. bisa2 perang dunia III meletus.. lebih banyak mudharatnya, kali… Ada banyak pertimbangan, karena konflik Israel-Palestina bukanlah sekedar masalah tanah, tapi lebih kepada masalah agama..

    Nah, apalagi yang dapat kita perbuat… ?

    6. Membubarkan PBB…? Im not so sure….

    7. Paling-paling masyarakat internasional hanya dapat membuat “pengadilan pura-pura”; sebagaimana masyarakat internasional melakukannya utk “memaksa” pemerintah Jepang minta maaf atas tingkah polah mereka ketika melakukan serangkaian perkosaan terhadap gadis2 di Asia dulu, termasuk di Indonesia (jugun yanfu)…

    8. Kita berani terhadap Israel…? Ahh… saya jadi ingat ketika kurs rupiah tiba2 melonjak drastis hingga ke level 17.000 dan bagaimana kita sampai sekarang masih belum bisa bangkit secara UTUH dari keterpurukan ekonomi…

    Jadi, meminjam apa yang sering dikatakan Prof Hikmahanto, dalam hukum internasional berlakulah hukum rimba, siapa yang kuat, ya dia mampu utk berbuat apa saja (sorry to say this). Sementara Hukum internasional termasuk hukum humaniter nampaknya hanya berlaku pada negara2 lemah termasuk spt Indonesia ini. Mau tidak mau… suka tidak suka, kelihatannya dunia masih harus menyaksikan “the untouchable” yang dua itu….😦

    Jawaban ini saya posting kira2 30 menit sebelum pelantikan Barack Obama. Saya tidak yakin dia akan memberikan jawaban yang dapat “melegakan negara2 pro Palestina” dalam konflik tersebut. Kalau saya salah, saya besok mampir ke blog bapak deh…😉

  13. Salam kenal mbak Arlina Blog n keren dan Informatif…

    Terimakasih.. salam kenal juga ya..

  14. Arlina, thank you for reading my blog, The Passionate Gardener. I regret that I am only fluent in English.

    Sincerely, Shane VanOosterhout

    To learn from others experience is a nice thing. I enjoy reading your blog, Shane, coz I like gardening too… 🙂

  15. Wah, blognya fokus yah. Salam kenal

  16. salam indonesia…
    blog yang bagus untuk pengetahuan tentang hukum internasional dan humaniter

  17. Assw.. ibu, bagus! banyak yang saya kutip, hehehe

  18. @ Admin SoB, emailsaya & andrian kamil : Terimakasih, semoga bermanfaat…

  19. Alhamdulillah aku dikunjungi oleh seorang peminat hukum humaniter internasional. Senang rasa, karena semester ini aku make up mata kuliah hukum humaniter internasional. Jadi bisa tambah-tambah referensi.

    Kunjungi juga:
    http://hmibecak.co.nr
    http://hmi-surakarta.co.cc

    Alhamdulillah juga, saya mendapat kunjungan balasan dari seorang aktivis yang kreatif dan oke… semoga nilainya nanti membaik ya dik Yasser…
    Btw, apa kabar dosen2 humaniter FH-UNS ? Salam ya, buat pak Handoyo Leksono, bu Amiek, pak Prasetyo HP, dan yang lainnya… 😉

  20. Lily, pa khabar ? reuni surabaya datang ya, …. salam rekan 2 surabaya, …. … siip . Agus Umartono

    Kalau mau link blog ini, silakan mas Agus.. dengan senang hati… and makasih udah mampir ya mas…
    Reuni di surabaya…? hmmm jauh yaa… muat hasilnya donk di blog… pasti aku ‘meluncur’ kesana deh…😉
    yg jelas salam buat rekan2 surabaya dan sukses selalu ya mas..

  21. Blog nya bagus, tak link di blog smancepu82 ya,…..

  22. salam… sorry mbak arlina aku masuk blog panjenengan tanpa permisi…(so’al-e aku gak termasuk squadron 82)… yaa karena rasa keingin tahuan dan rasa penasaran saja…
    mbak arlina dulu alumnus FH UNS ya?
    saya juga dari sana lho mbak? cuman klo sy dulu ‘abk’-ne : pak sumitro dan bu widayati PS. Beliau-2 ini master-master-ku. di FH UNS aku angk’91 klo di SMAN Cepu aku angk’85…
    tapi rasa-rasanya saya pernah ngobrol sama mbak arlina waktu awal-awal sy masuk FH UNS..
    tapi aku gak bgt yakin…
    mbak arlina skrg townsite dmn?

    bst rgrds,
    harry-mtr

    Harry.. ini blog umum, jadi yaa siapa saja sangat boleh kesini dan memberikan komentar + kritik2 buat saya… mengenai saya, Harry bisa lihat di halaman “just for you”… itu halaman mengenai saya yang bisa pembaca ketahui.. dan ya, saya alumnus FH-UNS… jadi kita dari ‘satu rumah’ ya…? Sukses selalu juga buat Harry…

  23. …eh nuwun sewu… numpang lewat lagi… mbak lily dulu dalem-e nglajo? putrane pak Sumarso? Adik-nya mas Budy? Kakak-nya Imam?

    Thanks banget ya Harry atas perhatiannya… ^_^ (jawabannya langsung via FB yah…)

  24. Lily tak tunggu tulisanmu yang lain, siapa tau bisa buat referensi aku nanganni perkara …. Bravo !!

    Trims ya Ed, aku mudah2an dalam waktu dekat udh kembali posting…. ^_^

  25. baguuus wong alumnikuuuuuuu ……teruskan mbak lili nulisnya untuk nambah wawasan kita semua kami dari surabaya monitor selalu…

    terimakasih Wiji… sukses juga buat skuadron surabaya ya…!

  26. Mba Arlian saya mau tanya soal dasar pemberian hak veto itu apa??
    trima kasih sebelumnya…

    Halo Sigit…, maaf ya… baru sempat dibalas sekarang. Trims ya atas pertanyaannya…

    Hak veto adalah hak eksklusif yang hanya dimiliki oleh anggota permanen Dewan Keamanan PBB. Perlu diketahui bahwa anggota permanen tersebut adalah negara sponsor pembentukan PBB yang merupakan negara pemenang Perang Dunia II. Merasa sebagai “penyelamat dunia”, maka negara sponsor ini pula yang merumuskan piagam organisasi internasional tersebut sedemikian rupa dan memasukkan “klausula pamungkas” yang kita kenal dengan nama “hak veto” bagi keuntungan mereka sendiri. Oleh karena itu hak tersebut hanya eksklusif diperuntukkan bagi mereka. Negara-negara lain dibuat tidak berkutik, karena jika ada keinginan untuk menyempurnakan Piagam PBB misalnya (misalnya untuk mengurangi dominasi anggota permanen), maka tentu saja negara-negara tersebut segera mengeluarkan hak veto demi menyelamatkan kepentingannya. Sebenarnya telah banyak kritikan dan argumentasi dari para ahli mengenai hal ini, antara lain Sigit dapat membacanya di http://i-p-o.org/koechler-Voting_Procedure-UN_Security_Council.pdf

    Hak Veto sebenarnya termasuk dalam kerangka “ius ad bellum”, yakni yang membahas tentang keabsahan dalam menggunakan kekerasan bersenjata; dan bukan termasuk ruang lingkup hukum humaniter / “ius in bello” (lihat kembali pada postingan saya yang berjudul “Letak Hukum Humaniter dalam HI”, https://arlina100.wordpress.com/2008/11/16/letak-hukum-humaniter-dalam-hi/ ). Mudah-mudahan saya bisa membahas kembali masalah ini, namun tidak di blog ini… insya Allah ya…

    Semoga bermanfaat…

  27. maaf salah ketik nama..mba arlina masksud saya…hehehe

  28. maaf salah ketik nama..mba arlina masksud saya…

  29. Ketika membaca blog ini, sebagai orang yang baru belajar hukum, saya merasa amat sangat beruntung bisa diajar langsung oleh pakarnya (yang amat rendah hati)… terus berkaya ibu… Bravo!

    Terima kasih… sukses selalu juga buat Silla…

  30. ibu saya salah satu mahasiswa ibu di humaniter kelas rabu pagi di Trisakti. wahh ternyata blog ibu komplit sekali ya bu. saya banyak belajar dari sini. terima kasih

    Terimakasih kembali

  31. ass..bu arlina bgus bgt blog na…mohon lebih updates y bu..thank you…wass

    iya nih Danny, baru buka akun ini lagi setelah lama vakum… trims… ^,^

  32. mbak arlina, salam kenal sekalian saya mohon bantuannya. Saat ini saya sedang menyusun sejarah leluhur saya, yang salah satu datanya harus saya dapatkan di Belanda….itu lho mbak tentang Perang Banjar th 1868 di desa banjar (Bali utara). Saat itu semua dokumen Gria Gede Banjar habis, satupun tak tersisa saat ini. Nah ..kira-kira mbak bisa bantu, dimana saya bisa dapatkan dokumen sejarah tersebut..? trim:s

    Ketut, maaf nih baru saya balas sekarang… Wah, tentang Perang Banjar itu.. saya juga kesulitan dapat dokumen resminya, cuma hasil dari pelacakan di internet… Sudahkah mencoba ke Arsip Nasional ?

  33. Mbak Arlina, saya Ernis Feriandes, saya sekarang masih menjadi mahasiswa Fakultas Hukum. Kebetulan, semester ini saya juga mengambil mata kuliah Hukum Humaniter dan HAM. Untuk informasi, PK saya Praktisi, tapi mata kuliah pilihan saya lebihkan ke HI, saya minat di HI juga soalnya!

    Kalau boleh, saya minta deskripsi tentang Konflik Bersenjata Internasionalk dong mbak! Yang lebih rinci. Kalo saya lihat-lihat, belom ada tulisan mbak yang menerangkan Konflik Bersenjata Internasional secara rinci. Ini juga jadi tugas liburan saya mbak. Tolong dibantu ya mbak!

    Terima Kasih ya mbak sebelumnya!

    -ernis f-

    Ernis, trims ya atas pertanyaannya… Hmmm.. jadi ini PR juga buat saya ya… hehe… Iya deh, udh saya jadualkan utk ditulis juga di blog… Mudah2an saya udh bisa aktif lagi nulis utk blog ini, setelah lama vakum…

  34. mba arlina bagus blognya… sangat membantu…

    mba arlina saya mau tanya tentang pendudukan wilayah yg dilakukan dalam suatu konflik bersenjata. sangat sulit sekali mencari referensi tentang itu… terutama yg membahas tentang status wilayah yg diduduki tersebut.. bisa saya dapatkan dmn ya? buku atau apapun..

    Pendudukan wilayah (accupied territoty) dalam konflik bersenjata siapakah yg bertanggung jawab atas segala masalah yg terjadi dalam wilayah yg diduduki tersebut?

    sebelumnya saya ucapkan terimakasih..

    Galih bisa menemukan informasi tentang masalah ini di Hague Regulations, 1907 pada bagian terakhir, yakni pada pasal 42-56. Jika ingin mengetahui penjelasannya, sebenarnya ada satu buku tentang hal ini, yaitu tentang konvensi-konvensi den haag yang ditulis oleh Higgins; atau dalam tulisan lainnya; bisa juga ke situs ICRC. Intinya, di wilayah pendudukan yang bertanggung jawab utk mengatur ketertiban umum adalah penguasa pendudukan, karena penguasa pendudukan secara de facto memang berkuasa di wilayah tersebut. Akan tetapi secara de jure, yang berkenaan dengan hukum yang berlaku di wilayah pendudukan sehubungan dengan penduduk dari negara yang diduduki, maka tetap berlaku hukum setempat. Dan ingat juga bahwa pendudukan yang merupakan tindak lanjut dari agresi adalah bertentangan dengan hukum internasional dan bukan merupakan alasan untuk menyatakan wilayah tersebut sebagai wilayah dari negara yang menduduki. Semoga membantu…

  35. mbak arlina, proficiat, blognya bagus sekali, btw, bagaimana pendapat mbak tentang kasus Prosecutor v. Florence Hartmann (ex jubir Prosecutor ICTY) di ICTY, dimana Hartmann dianggap telah membocorkan rahasia pengadilan, dengan menulis isi dari transkrip Tentara Nasional Serbia dan minutes dari Milosevic trial (terkait janji ICTY untuk tidak mendisclose transkrip rahasia tentara Serbia) pada bukunya Paix et Châtiment (Peace and Punishment)dan artikel Vital Genocide Documents Concealed, karena terlepas dari putusan ICTY yang mendenda Hartmann (kalau tidak salah) 7000 Euro, tetapi hal ini telah menimbulkan (kalau tidak menurunkan) ketidakpercayaan masyarakat terhadap kredibilitas International Court, yang selama ini sudah susah payah dibangun, dimana dampak dari “dirahasiakannya” transkrip rahasia tersebut telah membuat ICJ tidak menganggap Serbia telah bersalah atas genosida yang terjadi di Former Republic of Yugoslavia (dimana tentu akan berbeda apabila transkrip ini dipublikasikan atau setidaknya diberitahukan ke ICJ), hal ini menimbulkan beberapa permasalahan hukum:
    1. Apakah ICTY memiliki yurisdiksi untuk mengadili suatu pelanggaran “contempt of court”? dan apa efeknya thd si terpidana (i.e. Milosevic)?
    2. Apakah korelasi ICC dan ICJ dalam penegakan konvensi jenewa (maksud saya apakah putusan ICJ dapat mempengaruhi putusan ICC vice versa, e.g. menggunakan alat bukti yang didapat di ICC untuk diterapkan secara mutatis mutandis dalam kasus di ICJ)
    3. (maaf yang ini agak out of topic) Terkait dengan prinsip fruit of poisonous tree (salah satu pondasi male captus bene detentus yang diterapkan dalam kasus Prosecutor v. Nikolic), dan dengan asumsi bahwa pertanyaan No. 1 dapat mempengaruhi legitimasi pemidanaan (Milosevic), kira-kira sejauh mana penerapan prinsip ini dapat diberlakukan di ICC/TY/TR/etc?

    Mari berdiskusi😀

    Nico, trims ya komentarnya…
    1 & 3. Tentang kasus Hartmann, memang Mahkamah ICTY berdasarkan Rules of Procedure and Evidence nya, khususnya Rule 77A(ii), dpt mengadili orang-orang yang diduga telah “membuka informasi” berkenaan dengan persidangan yang sedang dijalankan, yg dpt dianggap sebagai tindakan yang merongrong wibawa mahkamah (contempt of court, yg dilakukan dg syarat tertentu yaitu hrs terpenuhi unsur actus reus dan mens rea-nya). Menarik memang, ketika pembela Hartmann menyatakan bahwa kliennya itu sebenarnya tidak sedang membocorkan informasi, karena apa yang ditulis olehnya telah menjadi konsumsi publik bahkan sebelum bukunya terbit dan itu menjadi konsumsi masyarakat internasional melalui berbagai mass-media; bahkan mahkamah sendiri tidak menganggapnya sebagai ‘confidential’ dalam beberapa kasus lainnya (prosecutor vs. milosevic, delic, perisic).

    Kasus ini menjadi menarik krn merupakan tantangan utk menjawab penerapan prinsip kebebasan berekspresi dan hak masyarakat internasional akan informasi di era globalisasi HAM saat ini, yang nampaknya kurang tercermin dalam putusan yg diterima Hartmann. Tidak seharusnya hal tsb dapat mempengaruhi para penegak hukum dalam memberikan putusan; sebaliknya mereka ditantang utk dapat bersikap objektif dan mengungkapkan kebenaran fakta (bukan opini atau rekayasa). Dalam suatu perkara, memang ujung keadilan itu bermuara pada mahkamah/pengadilan, dengan asumsi pengadilan yang benar2 dpt diharapkan kredibilitasnya. Kalau pengadilannya kurang kredibel, apakah berarti muara keadilan tidak ada lagi… tentu tidak bukan.. Makanya, diperlukan monitoring dari masyarakat.

    2. Semua pengadilan internasional itu sifatnya komplementer, sehingga prioritas pertama utk mengadili ada pada negara si pelaku. Apabila negara telah mengadili suatu perkara tertentu, maka keputusannya final dan binding dan terhadap kasus tsb berlakulah asas ne bis in idem.

  36. Terima kasih atas jawabannya mbak, btw, terkait dengan poin nomor 2, maksud pertanyaan saya adalah korelasi antara ICJ dengan ICC, contohnya, ICJ dalam application of genocide convention case 2007 menyatakan tidak dapat melihat unsur “mens rea” dari Serbia atas genosida yang terjadi di FRY, nah, andaikata dokumen yang dibuka oleh Hartmann pada saat itu dijadikan alat bukti, para ahli hukum international berpendapat bahwa putusan ICJ tersebut dimungkinkan akan berubah, nah, arguendo bahwa putusan ICC (atau forum pengadilan internasional lainnya) dijadikan alat bukti di ICJ (mis. dianalogikan dengan fungsi putusan pengadilan di Indonesia yang sudah in kracht yang dapat dijadikan alat bukti sempurna di pengadilan lain, misalnya putusan kasus pidana ttg penipuan dapat dijadikan alasan pembatalan perjanjian oleh pengadilan di perkara perdata), nah kr2 dasar hukumnya apa ya mbak? dan kira2 kekuatan hukumnya bagaimana? kalau menurut pendapat saya pribadi sih, bisa2 saja, contohnya, misalnya ICTY telah menemukan fakta bahwa di FRY telah terjadi genosida dan kejahatan terhadap kemanusiaan, menurut saya sudah selayaknya ICJ untuk dapat ‘meminjam’ putusan ICJ tersebut tanpa membatasi dan menutup kemungkinan thd ICJ untuk mencari fakta sendiri.

    oh iya, maaf agak OOT, mbak saya ingin membuat paper ttg kadaluarsanya sengketa internasional, kira2 buku2 apa atau paper2 siapa yang harus saya baca ya? trims😀

    Nah, keliatannya Yoso yang lebih tahu nih… Soal paper, yah… harus dicari tuh. yuk cari sama2…😉

  37. Halo Mbak/Ibu Arlina yah,…blognya bagus banget dan sering kita jadikan referensi pada saat belajar humaniter. Saya mahasiswa pak Fadillah Agus dan Pak Rudi M. Rizki dari Unpad. Semoga suatu saat bisa bertemu…(lagi ikutan MCC ICRC, tapi belum tahu pengumuman memorialsnya).

    Trims buat ilmu-ilmu yang gratis didapat di blog ini…

    terimakasih kardoman. salam juga ya buat Beliau berdua. saya udh browsing ttg kamu.. hebat euy… sukses selalu ya semoga menang!

  38. bu dosen mana tulisannya yang baru?
    nah, ini dr saya… jdi ngga perlu tanya udh tahu sendiri ‘kan jawabannya… ^^, pisss bro^^

  39. mba arlina..makasih banget yah buat smua tulisan di blog nya it helps so much..🙂
    bikin cepet ngerti tentang hi..
    mau tanya ni mba, menurut mba distinction principle bisa diterapkan ga dalam konflik bersenjata non internasional?
    makasih ya mbaaa..hehehe..keep up the good works!!

    Hai, Amel… trims komentarnya… maaf baru sempat dibalas sekarang.
    Distinction principle diterapkan pada perang antar negara… sehingga kelompok kombatan yang menyerah mendapat status sebagai tawanan perang dan mereka diperlakukan sesuai dengan ketentuan dalam Konvensi Jenewa III. Adapun kelompok pemberontak dalam konflik internal disebut sebagai tahanan (detainee), mereka diperlakukan sesuai dengan ketentuan hukum positif setempat. Semoga jelas.

  40. salam kenal dan ikut membaca goresan Arlina Permanat sari….sucses ya ly

  41. masalah palestina dan israel hingga sekarang belum juga usai ,sebenarnya apa yang mereka rebutkan ?..dan apa peran huk humaniter dalam masalah palestina dan israel ( huk humaniter tak berlaku dikawasan ini apakah demikian ?, huk humaniter sptnya hanya history dari terbentuknya perundang undangan ya ?

    Lulik, thanks komennya ya… utk masalah israel-palestina, coba klik link berikut:

    https://arlina100.wordpress.com/2009/01/04/israel-dan-pendudukan-asing-atas-palestina-konflik-bersenjata-yang-harus-diakhiri/

  42. ASS WR WB,

    Alhamdulillah bu blognya sangat bermanfaat sekali untuk saya, belajarnya jadi lebih efisien dan sangat praktis.

    thank’s alot,
    waode jusniaty

  43. ASS WR WB,

    Ibu saya mau tanya tentang prinsip-prinsip dasar mengenai alat dan cara berperang, beserta contohnya apa saja yah buu..

    thanks:)

    waode, thanks… prinsip2 dasar tentang alat dan cara berperang ada 3, yakni : 1). bahwa penggunaan alat dan cara berperang itu tidak tak terbatas (=terbatas); 2). adanya larangan penggunaan alat dan cara berperang yang mengakibatkan penderitaan yang tidak perlu atau luka-luka yang berlebihan; dan 3) larangan utk menggunakan alat dan cara yang dapat mengakibatkan kerusakan yang bersifat meluas, berjangka waktu lama dan kerusakan yang luar biasa terhadap lingkungan alam. Adapun contohnya, penggunaan peluru dum-dum atau penggunaan agent orange ketika pasukan AS menyerang Vietnam pada waktu perang Vietnam.

  44. luar biasa..

  45. ini mba arlina yang nulis buku ‘Pengantar Hukum Humaniter, Jakarta: International Committee of The Red Cross, 1999.’ y? saya senang baca bukunya, sangat membantu sy yg sedang belajar hukum humaniter,,,
    ketemu blognya saya makin senang, makin membantu saya.,,,
    terimakasih:)

  46. Sungguh terharu saya baca tentang kekejaman israel terhadap bangsa palestina,seandainya ibu arlina ditempatkan menjadi pengurus di dewan pbb saya yakin..ketidak adilan di palestina akan segera berakhir…
    bravo ibu Arlina!!!

  47. salam.
    lama sekali tidak diupdate lg blog-nya bu (sy sebenarnya sdng berbicara kpd diri sendiri jg hihih)
    bu,udah prnah baca link di bawah ini. tlng minta komentarnya bu. salam
    http://jcpa.org/JCPA/Templates/ShowPage.asp?DRIT=1&DBID=1&LNGID=1&TMID=111&FID=378&PID=0&IID=4402&TTL=The_Legal_Basis_of_Israel%E2%80%99s_Naval_Blockade_of_Gaza

  48. salam Bu Arlina
    blog ini sangat membantu saya dalam mempelajari hukum humaniter.
    terima kasih Bu.

  49. Wah…. Blognya bagus sekali mbak
    Bermanfaat banget. Beberapa isi diblog ini udah bantu aku buat makalah dan beberapa tugas Hukum Humaniter.🙂
    BTW kapan nih mbak update lagi?
    Gak sabar nih nunggu mbak arlina bagi-bagi Ilmu🙂

  50. @ all: terimakasih atas supportnya… semoga saya bisa renov ‘rumah’ lagi ya…

  51. Aslkm.wr.wb.
    Salam kenal, mbak/bu Arlina

    Saya kagum penguasaan hukum humaniter mbak/bu yang begitu dalam dan “jago. O iya mbak/bu, dimana saya bisa mendapatkan literatur/buku mbak/bu Arlina, (alm) Prof Haryomataram, Fadillah Agus n maupun tulisan-tulisan yang lainnya. Apakah bisa pesan di Pusat Studi Hukum Humaniter FH USAKTI. Apakah bisa dikirim list n harganya. Trims. Jazakallah Khairan Katsira

  52. manggil mbak ato ibu ya enaknya?😀 blognya bagus bgt.. oya, saya manggilnya ibu lina aja ya?😀 saya mau tanya mengenai penyerangan yg israel lakukan terhadap kapal mavi marmara klu ditinjau dari hukum humaniter internasional itu bagaimana ya bu?

  53. Mbak Arlina saya sudah membaca beberapa artikel dari Blog mbak,dan saya tertarik untuk mendalami dan berdiskusi mengenai HHI, apakah mbak bersedia untuk menjadi Narasumber saya karena pada saat ini, saya sedang menyusun makalah yang berkenaan dengan hal tersebut
    Bila mbak Arlina bersedia kami standby di email kami Addmirall47@gmail.com
    Kami tunggu responnya
    Terima kasih mbak

  54. Terima kasih bu arlina blognya sangat bermanfaat dan membantu sekali untuk kami mahasiswa hukum humaniter. Semuanya legkap dan terperinci. Semoga blog ibu makin banyak lagi tambahan-tambahan ilmu humaniternya dan bermanfaat untuk semua yang membutuhkan. Sukses untuk ibu Arlina Permanasari dan untuk kita semua🙂

  55. Salam

    Apa kabar bu? mudah2an baik2 saja. amin.
    Wah, lama tak diupdate nih bu blognya? pasti lg sibuk yah😀

    salam

  56. Very good website you have here but I was curious if you knew of any community forums
    that cover the same topics talked about in this article?
    I’d really love to be a part of group where I can get responses from other experienced individuals that share the same interest. If you have any suggestions, please let me know. Thank you!

  57. The most active movie torrents on the web http://moviesinhands.blogspot.com

  58. Download movies -. All free! It is not necessary to rummage all upside down! Many free movies are on http://torrents-ss.blogspot.com All movies downloads! I like to watch class movies!

  59. Film terbaik tahun ini “Captain America: The Winter Soldier” Banyak positif !

  60. Salam kenal dari Pulau Lombok

  61. Blog ini sangat baik & sangat bermanfaat bagi para pecinta & pemerhati hukum humaniter krn jika di beberapa negara sampai mendirikan “lembaga khusus” berkautan dgn perkembangan hukum humaniter, ham maupun konflik bersenjata yang semakin tdk menentu.

    Bahwa penghormatan terhadap HAM, pengendalian & pembatasan penggunaan senjata maupun metode dan cara berperang, saat ini menjadi isu-isu yang semakin mengemuka.

    Salam Hormat utk Ibu Arlina

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: