arlina

Konflik Bersenjata Internasional. Apa saja jenisnya ? (2)

In Additional Protocol I on January 1, 2009 at 8:22 am

Oleh : Arlina Permanasari

Pada tulisan sebelumnya, telah diketahui bahwa berdasarkan Konvensi Jenewa 1949, maka konflik bersenjata internasional atau perang antar negara terdiri dari tiga jenis situasi, yakni :

  1. Perang yang dilakukan dengan cara-cara yang sah, dalam hal ini perang yang didahului dengan pernyataan perang (declaration of war) maupun peperangan yang tidak dilakukan dengan cara-cara tersebut (declared/undeclared war);
  2. Peperangan yang diikuti dengan adanya invasi atau pendudukan dari pihak musuh (occupation); baik yang di dalamnya menemui perlawanan maupun yang tidak; serta
  3. Situasi yang menegaskan bahwa dalam situasi peperangan di mana para pihak yang bersengketa adalah para pihak atau bukan pihak pada Konvensi Jenewa 1949, maka hal tersebut tidak menyebabkan tidak berlakunya Konvensi Jenewa 1949 itu sendiri.

Praktek negara menunjukkan situasi konflik bersenjata tidak melulu hanya terdiri dari tiga situasi sebagaimana telah disebutkan di atas, melainkan juga terdapat situasi-situasi baru yang tidak diatur dalam Konvensi Jenewa 1949.

Apa saja jenis konflik bersenjata internasional yang baru ?

Berakhirnya Perang Dunia II memunculkan paradigma baru yang menimbulkan adanya perlawanan dari bangsa-bangsa terjajah untuk merdeka dan melepaskan dirinya dari cengkeraman penjajahan atau kolonialisme. Secara sederhana, hal ini dapat dilihat dari perbedaan jumlah negara anggota Perserikatan Bangsa-bangsa pada masa awal pembentukannya dan jumlah keanggotaan PBB saat ini. Apa yang terjadi dalam kurun waktu itu, tercermin pula pada ketentuan Hukum Humaniter, yakni pada Protokol Tambahan I 1977 yang mengatur mengenai konflik bersenjata internasional. Protokol Tambahan ini merupakan penyempurnaan dari Konvensi Jenewa 1949, karena Konvensi Jenewa 1949 tidak mengatur jenis-jenis konflik yang timbul setelah Perang Dunia II.

Nah, apa saja jenis-jenis konflik bersenjata yang diatur dalam Protokol Tambahan I, yang merupakan jenis konflik yang baru tersebut ? Coba kita perhatikan apa yang dicantumkan di dalam ketentuan Pasal 1 ayat (3) dan (4) Protokol Tambahan I :

Pasal 1. Prinsip-prinsip umum dan ruang lingkup penerapan

(3). Protokol ini, yang melengkapi Konvensi-konvensi Jenewa 1949, harus berlaku dalam situasi-situasi sebagaimana tercantum dalam Pasal 2 common article Konvensi Jenewa;
(4). Situasi-situasi yang tercantum dalam ayat di atas termasuk konflik bersenjata di mana bangsa-bangsa melawan dominasi kolonial, atau pendudukan asing atau rejim rasialis dalam rangka melaksanakan hak menentukan nasib sendiri (right of self determination), sebagaimana tercantum dalam Piagam PBB dan Deklarasi tentang Prinsip-prinsip Hukum Internasional yang mengatur tentang Hubungan Bersahabat dan Kerjasama antar negara sesuai dengan Piagam PBB.

Berdasarkan ketentuan ayat (3) Pasal 1 Protokol Tambahan I, maka telah jelaslah bahwa Protokol Tambahan I ini juga berlaku untuk situasi-situasi konflik bersenjata internasional sebagaimana yang dicantumkan dalam Pasal 2 common article Konvensi Jenewa 1949; dengan kata lain, tiga jenis situasi peperangan yang disebutkan di awal tulisan ini merupakan situasi yang diatur oleh Protokol Tambahan I.

Sedangkan ketentuan ayat (4) Pasal 1 Protokol Tambahan I merupakan ketentuan yang mencantumkan adanya jenis-jenis konflik bersenjata internasional yang baru, yang disebut dengan :

  • penjajahan (colonial domination)
  • pendudukan asing (alien occupation)
  • rejim rasialis (racist regime)

Berdasarkan Komentar Protokol, maka ketiga jenis situasi perang di atas disebut dengan “perang tentang kemerdekaan nasional” (war of national liberation).

Perhatikan bahwa frasa dalam ayat (4) mencantumkan “bangsa-bangsa” sebagai suatu pihak yang terlibat konflik yang berjuang melawan “negara” atau bangsa lain yang menjajah negara tersebut.

Dalam tulisan selanjutnya, akan dibahas tentang pengertian dari perang tentang kemerdekaan nasional.

  1. Kalau konflik antara Israel dan Palestina masuk dalam kategori mana ya ? “penjajahan’ ‘pendudukan asing’ ‘rejim rasialis’ ?
    Thanks, saat itu sy blm bikin artikelnya. Konflik Israel-Palestina termasuk pendudukan asing, Yudi bisa baca artikel ttg itu di postingan sy tgl 4 Jan ini…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: