arlina

Lambang Baru untuk Perlindungan Benda-benda Budaya

In The Geneva Laws, The Hague Laws on December 15, 2008 at 8:33 am

Oleh : Arlina Permanasari

Setelah mengetahui adanya lambang perlindungan yang diatur dalam Roerich Pact 1935, maka pada artikel ini dipaparkan adanya lambang baru sebagai penggantinya.

  • Bagaimana bentuk lambang baru tersebut ?

distinctive_emblem_for_cultural_propertysvgBerdasarkan Pasal 16 Konvensi Den Haag 1954, maka dinyatakan bahwa lambang pembeda yang dimaksudkan oleh Konvensi ini adalah berbentuk perisai, dengan ujung berada di bawah (perisai terbalik), di mana sisi yang saling berhadapan berwarna biru dan putih (suatu perisai yang terdiri dari suatu segi empat berwarna biru, yang salah satu sudutnya terletak pada bagian ujung perisai, serta satu segi tiga sama sisi berwarna biru yang terletak di atas segi empat tersebut, serta ruang pada masing-masing sisinya adalah segitiga sama sisi berwarna putih).

  • Bagaimana sejarahnya ?

Setelah Roerich Pact, upaya untuk menghasilkan rancangan yang lebih komprehensif guna melindungi monumen serta benda seni dan budaya pada waktu perang tetap dilakukan. Tahun 1939, rancangan konvensi yang lebih komprehensif berhasil dibuat dengan bantuan Kantor Museum Internasional (International Museums Office), yang disampaikan oleh Pemerintah Belanda. Usaha ini sempat terhenti karena terlanjur pecah Perang Dunia II. Setelah perang selesai, maka tahun 1948 usulan baru diajukan kepada UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization) oleh Pemerintah Belanda. Pada tahun 1951 Konferensi Umum UNESCO akhirnya memutuskan untuk menyelenggarakan Konferensi Antar-Pemerintahan yang akhirnya menghasilkan Konvensi Den Haag 1954, yang mengatur mengenai perlindungan benda-benda budaya pada waktu sengketa bersenjata.

  • Mengapa perlu ada lambang perlindungan untuk benda-benda budaya ?

Dengan berkembangannya teknik dan persenjataan perang, maka tidak dapat dipungkiri bahwa  dampak yang ditimbulkan akibat peperangan, telah pula berpengaruh terhadap kerusakan dan kehancuran benda-benda budaya, padahal benda-benda tersebut merupakan warisan sejarah umat manusia yang tidak ternilai harganya. Oleh karena itu, benda-benda budaya yang merupakan warisan bersejarah umat manusia tersebut harus mendapatkan perlindungan internasional karena benda tersebut tidak saja berharga untuk suatu bangsa; akan tetapi untuk semua umat manusia dan merupakan perwujudan nilai-nilai kebudayaan yang ada pada umat manusia itu sendiri.

  • Mengapa perlu ada lambang baru ?

Pakta Roerich, atau disebut juga dengan Washington Pact karena dihasilkan di kota Washington pada tanggal 15 April 1935, hanya berlaku untuk negara-negara Amerika saja. Mengingat bahwa perlindungan kepada benda-benda budaya tersebut harus bersifat komprehensif, dapat diikuti oleh semua negara maka ketentuan dalam Roerich Pact tersebut harus dilengkapi dengan tindakan-tindakan yang efektif baik di tingkat nasional maupun internasional yang harus dilakukan pada waktu perang, sehingga memerlukan ketentuan baru (dan lambangnya pun berganti dengan yang baru).


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: