arlina

Tujuan Hukum Humaniter

In Introduction to IHL on December 8, 2008 at 8:25 am

Oleh : Arlina Permanasari

Seringkali orang akan bertanya, “untuk apa sih, ada Hukum Humaniter atau Hukum Perang? Toh, pada waktu perang aturan-aturan itu dilanggar semuanya…?”.  Pendapat ini, di satu sisi memang dapat dibenarkan. Rasanya, mana ada peperangan yang betul-betul “on the track” sesuai betul dengan Hukum Humaniter…

Namun, ada beberapa hal yang perlu kita pahami bersama, yakni bahwa keberadaan Hukum Humaniter atau Hukum Perang, adalah tidak dimaksudkan untuk melarang perang, karena dari sudut pandang Hukum Humaniter, perang merupakan suatu kenyataan yang tidak dapat dihindari.

Semua orang memang tidak menyukai adanya peperangan, tetapi apa boleh buat, dari sebelum Perang Dunia I pecah hingga saat ini, dunia tidak pernah sepi dari adanya peperangan. Mochtar Kusumaatmadja bahkan mengatakan dalam bukunya Konvensi-konvensi Palang Merah bahwa dunia ini lebih banyak dihiasi dengan peperangan dari pada dengan perdamaian.

Oleh karena itu, Mohammed Bedjaoui menyatakan bahwa Hukum Humaniter ini terbentuk karena alasan-alasan yang bersifat pragmatis saja; yakni menerima bahwa kenyataannya memang perang tetap akan terjadi hingga entah kapan, tidak seorangpun dapat menentukan. Menurut Bedjaoui, Hukum Humaniter hanya mencoba untuk mengatur agar suatu perang dapat dilakukan dengan lebih memperhatikan prinsip-prinsip kemanusiaan, sehingga tujuannya adalah semata-mata untuk memanusiawikan peperangan dan sama sekali tidak berusaha untuk mencegahnya.

Oleh karena itu, setidaknya Hukum Humaniter ini bertujuan untuk :

  1. Memberikan perlindungan terhadap kombatan maupun penduduk sipil dari penderitaan yang tidak perlu (unnecessary suffering);
  2. Menjamin hak asasi manusia (HAM) yang sangat fundamental bagi mereka yang jatuh ke tangan musuh. Kombatan yang jatuh ke tangan pihak musuh harus diperlakukan sebagai tawanan perang dan mendapat perlindungan hukum yang semestinya menurut Konvensi Jenewa III 1949;
  3. Mencegah dilakukannya perang secara kejam tanpa mengenal batas.

Sumber :

Arlina Permanasari et.all, Pengantar Hukum Humaniter, ICRC, Jakarta, 1999, hal. 11-12.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: