arlina

Hukum Jenewa

In The Geneva Laws on November 14, 2008 at 9:48 am

Oleh : Arlina Permanasari

Hukum Jenewa atau The Geneva Laws adalah istilah yang dipakai untuk menunjukkan serangkaian ketentuan Hukum Humaniter yang mengatur mengenai perlindungan para korban perang (protection of war victims); baik terdari dari kombatan maupun penduduk sipil. Disebut dengan Hukum Jenewa, karena hampir sebagian besar ketentuan-ketentuan mengenai hal ini dihasilkan di kota Jenewa, Swiss. Dalam mempelajari Hukum Humaniter, penyebutan ‘the Geneva Laws’ dapat mempermudah membedakannya dengan ‘the Hague Laws’ yakni untuk memudahkan membedakan pembentukan ketentuan mengenai perlindungan para korban perang (protection of war victims), dan ketentuan mengenai alat dan cara berperang (means and methods of warfare), walaupun pembedaan demikian tidak sepenuhnya dapat dibenarkan.

Hukum Jenewa, untuk sebagian besar, terdiri dari empat buah Konvensi Jenewa 1949 yang dihasilkan pada tanggal 12 Agustus 1949, yaitu terdiri dari :

  1. Konvensi mengenai Perbaikan Keadaan Anggota Angkatan Bersenjata yang Luka dan Sakit pada waktu Peperangan di Darat (Convention for the Amelioration of the Condition of the Wounded and Sick in Armed Forces in the Field)  [Introduction][Full Text][Commentaries][State Parties]
  2. Konvensi mengenai Perbaikan Keadaan Anggota Angkatan Bersenjata yang Luka, Sakit dan Korban Karam pada waktu Peperangan di Laut (Convention for the Amelioration of the Condition of Wounded, Sick and Shipwrecked Members of Armed Forces at Sea)  [Introduction][Full Text][Commentaries][State Parties]
  3. Konvensi mengenai Perlakuan terhadap Para Tawanan Perang (Convention relative to the Treatment of Prisoners of War)  [Introduction][Full Text][Commentaries][State Parties]
  4. Konvensi mengenai Perlindungan Orang-orang Sipil pada waktu Perang ( Convention relative to the Protection of Civilian Persons in Time of War)  [Introduction][Full Text][Commentaries][State Parties]

img032-640x4802

img023-640x480

img024-copy-320x200-2-640x480img033-640x480

Keempat Konvensi-konvensi Jenewa 1949 di atas kemudian dilengkapi dengan dua protokol tambahannya, yang dihasilkan pada tahun 1977, yaitu :

1. Protokol Tambahan pada Konvensi-konvensi Jenewa tanggal 12 Agustus 1949, yang mengatur mengenai Perlindungan Para Korban Sengketa Bersenjata Internasional (Protokol I), 8 Juni 1977 ( Protocol Additional to the Geneva Conventions of 12 August 1949, and relating to the Protection of Victims of International Armed Conflicts) [Introduction][Full Text][Commentaries][State Parties][State Signatories]

Protokol ini masih dilengkapi pula dengan lampiran-lampirannya, yaitu :

  1. Lampiran I (pada Protokol I) : Regulasi-regulasi mengenai Identifikasi (sebagaimana dirubah pada tanggal 30 November 1993) [Introduction][Full Text]
  2. Lampiran I (pada Protokol I) : Regulasi-regulasi mengenai Identifikasi (sejak tanggal 6 Juni 1977). [Introduction][Full Text]
  3. Lampiran II (pada Protokol I). [Introduction][Full Text]

2. Protokol Tambahan pada Konvensi-konvensi Jenewa tanggal 12 Agustus 1949, yang mengatur mengenai Perlindungan Para Korban Sengketa Bersenjata Non-Internasional (Protokol II), 8 Juni 1977 (Protocol Additional to the Geneva Conventions of 12 August 1949, and relating to the Protection of Victims of Non-International Armed Conflicts)  [Introduction][Full Text][Commentaries][State Parties][State Signatories]

(Image : Courtesy of ICRC, Regional Delegation, Jakarta)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: