arlina

Hukum Den Haag

In The Hague Laws on November 13, 2008 at 6:13 pm

Oleh : Arlina Permanasari

Hukum Den Haag atau The Hague Laws adalah istilah yang dipakai untuk menunjukkan serangkaian ketentuan Hukum Humaniter yang mengatur mengenai alat (sarana) dan cara (metoda) berperang. Disebut dengan The Hague Laws, karena pembentukan ketentuan-ketentuan tersebut dihasilkan di kota Den Haag, Belanda. Dalam mempelajari Hukum Humaniter, penyebutan ‘the Hague Laws’ dapat mempermudah membedakannya dengan ‘the Geneva Laws’ yakni ketentuan-ketentuan yang dihasilkan di kota Geneva, Swiss; atau dengan kata lain memudahkan membedakan pembentukan ketentuan mengenai alat dan cara berperang (means and methods of warfare), dan ketentuan mengenai perlindungan para korban perang (protection of war victims), walaupun pembedaan demikian tidak sepenuhnya dapat dibenarkan.

Hukum Den Haag terdiri dari serangkaian ketentuan yang dihasilkan dari The First Hague Peace Conference (Konferensi Perdamaian I) yang diadakan mulai tanggal 20 Mei 1899 hingga 29 Juli 1899; dan ketentuan-ketentuan yang dihasilkan dari The Second Hague Peace Conference (Konferensi Perdamaian II) tahun 1907.

The First Hague Peace Conference tahun 1899 menghasilkan tiga konvensi (perjanjian internasional) dan tiga deklarasi (pernyataan) pada tanggal 29 Juli 1899.

Adapun tiga konvensi tersebut adalah :

1.Konvensi I tentang Penyelesaian Persengketaan Internasional secara Damai [Full Text]

2. Konvensi II tentang Hukum dan Kebiasaan Perang di Darat; beserta Lampirannya [Introduction][Full Text][State Parties].

3. Konvensi III tentang Adaptasi Asas-asas Konvensi Jenewa tanggal 22 Agustus 1864 tentang Hukum Perang di Laut [Introduction][Full Text][State Parties].

Sedangkan tiga deklarasi yang dihasilkan adalah sebagai berikut :

1. Deklarasi tentang Larangan, untuk jangka waktu lima tahun, Peluncuran Proyektil-proyektil dan Bahan Peledak dari Balon, dan Cara-cara serupa lainnya.[Introduction][Full Text][State Parties][State Signatories]

2. Deklarasi tentang Gas-gas yang mengakibatkan sesaknya pernafasan (gas cekik atau “asphyxating gases“).[Introduction][Full Text][State Parties]

3. Deklarasi tentang Peluru-peluru yang bersifat ‘mengembang’ di dalam tubuh manusia (‘expanding bullets’)[Introduction][Full Text][State Parties]

The Second Hague Peace Conference pada tanggal 18 Oktober 1907, menghasilkan 13 konvensi dan sebuah deklarasi.

Konvensi-konvensi tersebut adalah sebagai berikut :

1. Konvensi I tentang Penyelesaian Persengketaan Internasional secara Damai. [Introduction][Full Text][State Parties]

2. Konvensi II tentang Pembatasan Kekerasan Senjata dalam menuntut Pembayaran Hutang yang berasal dari Kontrak. [Introduction][Full Text][State Parties]

3. Konvensi III tentang Permulaan Perang. [Introduction][Full Text][State Parties][State Signatories]

4. Konvensi IV tentang Hukum dan Kebiasaan Perang di Darat, beserta Lampirannya. [Introduction][Full Text][State Parties][State Signatories]

5. Konvensi V tentang Hak dan Kewajiban Negara dan Warga Negara Netral dalam Perang di Darat. [Introduction][Full Text][State Parties][State Signatories]

6. Konvensi VI tentang Status Kapal Dagang Musuh pada saat Permulaan Perang. [Introduction][Full Text][State Parties][State Signatories]

7. Konvensi VII tentang Status Kapal Dagang menjadi Kapal Perang. [Introduction][Full Text][State Parties][State Signatories]

8. Konvensi VIII tentang Penempatan Ranjau Otomatis di dalam Laut. [Introduction][Full Text][State Parties][State Signatories]

9. Konvensi IX tentang Pemboman oleh Angkatan Laut pada saat Perang. [Introduction][Full Text][State Parties][State Signatories]

10. Konvensi X tentang Adaptasi Asas-asas Konvensi Jenewa tentang Perang di Laut. [Introduction][Full Text][State Parties][State Signatories]

11. Konvensi XI tentang Pembatasan Tertentu terhadap Penggunaan Hak Penangkapan dalam Perang di Laut. [Introduction][Full Text][State Parties][State Signatories]

12. Konvensi XII tentang Mahkamah Barang-barang Sitaan. [Introduction][Full Text][State Parties][State Signatories]

13. Konvensi XIII tentang Hak dan Kewajiban Negara Netral dalam Perang di Laut. [Introduction][Full Text][State Parties][State Signatories]

Adapun satu-satunya deklarasi yang dihasilkan dalam Konferensi Perdamaian II tersebut adalah Deklarasi yang melarang Penggunaan Proyektil-proyektil atau Bahan-bahan Peledak dari Balon. [Introduction][Full Text][State Parties][State Signatories]

Undergoing MyBlogLog Verification

  1. mbak, ada gak sih terjemahan bhasa indonesia kovensi den haag VIII dan IX tahun 1907 ??????
    aku butuh bgt ni buat tugas kuliah

  2. kok yg den haag 1899 ga da terjemahannya si,,..

  3. bu dosen, contoh perang yang sebenar- benarnya mengikuti aturan ” means and method of warfare ” apa yah?
    arigatou gozaimasu….

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: