arlina

Apa saja yang termasuk Benda Budaya (“cultural property”) ?

In The Geneva Laws, The Hague Laws on December 16, 2008 at 7:41 pm

Oleh : Arlina Permanasari

Mari kita lihat batasan mengenai benda budaya menurut dua konvensi yang telah diposting di sini, yaitu Roerich Pact 1935 dan Konvensi Den Haag 1954.

Roerich Pact (Washington Pact) 1935

Monas

Monas

Perjanjian ini tidak memberikan definisi mengenai benda budaya, akan tetapi secara langsung memberikan contoh benda-benda yang termasuk ke dalam benda budaya,

Museum Gajah

Museum Gajah

sebagaimana dicantumkan dalam ketentuan Pasal 1, hanya menyebutkan tiga jenis benda budaya, yaitu : monumen bersejarah, museum,

Gedung Kesenian

Gedung Kesenian

dan gedung-gedung atau institusi kebudayaan, pendidikan, kesenian dan ilmu pengetahuan.

Image : Courtesy of Panoramio, Skycrapercity dan Swaramuslim.

Konvensi Den Haag 1954

Sementara itu, jika kita melihat Konvensi Den Haag 1954, maka dapat dilihat bahwa ketentuan ini merumuskan benda budaya lebih komprehensif (lengkap) jika dibandingkan dengan Roerich Pact. Pasal 1 Konvensi Den Haag 1954 mencantumkan definisi mengenai apa yang dimaksud dengan benda budaya, yaitu :

  1. Setiap benda bergerak atau tidak bergerak
    Masjid Istiqlal

    Masjid Istiqlal

    yang merupakan warisan budaya yang bernilai amat penting bagimanusia, seperti monumen-

    Candi Sewu

    Candi Sewu

    monumen arsitektur, kesenian maupun sejarah baik yang bersifat keagamaan

    Benteng Oranye

    Benteng Oranye

    maupun tidak; situs-situs arkeologi; kompleks bangunan yang, secara keseluruhan,

    Situs Oluhuta

    Situs Oluhuta

    bernilai historis atau bernilai seni; hasil cipta seni; manuskrip, buku dan objek-objek lain yang bernilai seni, sejarah dan arkeologis; demikian pula

    Manuskrip

    Manuskrip

    koleksi buku pengetahuan dan koleksi penting lainnya atau arsip-arsip maupun reproduksi benda-benda yang telah disebutkan di atas;

  2. Gedung-gedung yang fungsi dan tujuan utamanya adalah untuk melestarikan atau memamerkan benda-benda budaya yang bergerak sebagaimana dicantumkan dalam ayat di atas seperti museum, perpustakaan (pusat/nasional), gedung penyimpanan arsip-arsip, tempat-tempat perlindungan atau penyimpanan, yang pada waktu sengketa bersenjata, digunakan untuk menyimpan benda-benda budaya yang bergerak (movable property);
  3. Kompleks yang terdiri dari sejumlah besar benda budaya sebagaimana dirumuskan dalam ayat (1) dan (2), yang disebut “kompleks monumen”.

Sekedar untuk mengetahui bahwa negara kita ini memiliki banyak sekali museum, Anda dapat mampir ke situs Museum-museum di Indonesia, atau cukup dengan melongok Galeri Foto Direktorat Museum Indonesia.

Image : Courtesy of wiki.myquran, A. Wiwan Koban, Candisewu, Soetomboz di Arkeologi.web, Balai Arkeologi Manado, dan Manuscript Photography.

About these ads
  1. Indonesia memang kaya dengan warisan benda-benda budaya. Namun, hanya sedikit orang yang sadar untuk turut menjaga kelestarian benda-benda budaya tersebut. Semoga kita bagian dari orang yang sadar itu.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 26 other followers

%d bloggers like this: